Al-Qur'an Ditulis dengan Huruf Latin (Transliterasi)

Hal ini sangat penting untuk kita ketahui hukumnya, karena kita jumpai di negeri ini al-Qur’an ditulis (transliterasi) dengan bahasa Indonesia, banyak guru yang mengajarkan al-Qur’an dengan tulisan (huruf) latin. Dampak negatifnya, banyak anak kaum Muslimin tidak bisa membaca al-Qur’an. Benar-benar memprihatinkan, padahal pada zaman sekarang sejak jenjang pendidikan TK atau SD sudah digalakkan pelajaran bahasa asing (seperti Bahasa Inggris –ahlussunnah.mobi).

Lembaga Ulama Besar Kerajaan Arab Saudi menyatakan: “Setelah mengkaji pembahasan dan beberapa pendapat, maka majelis memutuskan bahwa menulis al-Qur’an dengan tulisan latin atau lainnya dilarang, berdasarkan beberapa alasan:

  1. Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab, baik huruf maupun maknanya (baca surat asy-Syu’ara’ [26]: 192-195). Jika ditulis dengan tulisan latin maka tidak dinamakan al-Qur’an.
  2. Al-Qur’an telah ditulis pada waktu turunnya, dan dikumpulkan pada masa Kholifah Abu Bakar dan ‘Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhuma dengan tulisan Arab padahal bahasa asing pada waktu itu sudah ada. Para Sahabat, Tabi’in, dan generasi sesudahnya hingga sekarang telah bersepakat dengannya. Juga berdasarkan hadits Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Kalian wajib mengikuti Sunnahku dan Sunnah Sahabatku yang diberi petunjuk dan mendapatkan petunjuk.” (Hadits shohih, lihat Silsilah Shohihah: 6/526).
  3. Huruf menurut ahli bahasa adalah kaidah yang mereka buat. Tidak mustahil bila suatu ketika terjadi perubahan ejaan. Bila al-Qur’an boleh ditulis dengan bahasa lain, akan berubah tulisan dan juga bacaannya yang dengan demikian musuh Islam akan mencela al-Qur’an, karena berubah seperti halnya kitab sebelumnya.
  4. Apabila diizinkan, manusia akan menulis al-Qur’an menurut hawa nafsu mereka.
  5. Sesungguhnya penulisan al-Qur’an dengan selain huruf Arab akan menjadikan umat Islam malas mempelajari bahasa Arab, padahal hanya dengan bahasa Arablah umat Islam mampu memahami din ini dengan baik. Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita semua. (Tahrimu Kitabatil-Qur’anul-Karim bi Hurufin Ghoiri Arobiyyatin A’jamiyyatin Au Latiniyyatin: 1/36)

Fatwa ini benar, tidak sedikit orang menulis kaligrafi ayat al-Qur’an (sekalipun dengan huruf Arab) tetapi tidak bisa dibaca, hanya dijadikan sebagai hiasan dinding, tidak bermanfaat.

(Lihat majalah Al-Furqon Edisi Khusus Th. ke-8 Romadhon-Syawwal 1429 H: 11-12)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: