Puasa Sunnah Syawal Ketika Puasa Ramadhan Belum Lunas

Pertanyaan:

Apakah boleh mendahulukan puasa yang sunnah dibanding puasa wajib? Contoh, seseorang masih mempunyai utang puasa bulan Ramadhan. Ketika Syawal ia hendak melaksanakan puasa sunnah satu hari terlebih dahulu. Haruskah ia mendahulukan yang wajib atau yang sunnah?

Jawaban:

Apabila dikhawatirkan kehabisan kesempatan berpuasa pada hari-hari Syawwal tidak mengapa ia mendahulukan puasa sunnah. Yang jelas waktu untuk meng-qadha' puasa Ramadhan lebih leluasa. 'Aisyah berkata; "Kami tidak meng-qadha' kecuali di bulan Sya'ban," karena beliau disibukkan bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, meriwayatkan dari Rabb-nya, bersabda;

" Dan tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang Aku cintai dari perkara-perkara yang aku wajibkan atasnya dan masih saja ia mendekatkan diri kepada-Ku dengan yang nafilah sehingga Aku mencintainya…" sampai akhir hadits.

Berdasar hal ini tentu yang paling utama adalah mendahulukan untuk menunaikan kewajiban-kewajiban yang telah Allah Ta'ala tetapkan. Tetapi jika dalam masalah ini ada hari yang utama dan khawatir akan tertinggal sementara kesempatan untuk meng-qadha' masih tersedia waktu yang lapang, maka tidak mengapa mendahulukan untuk menggapai yang sunnah, insyaa Allaah. Seperti puasa enam hari di bulan Syawal, tiga hari di setiap bulan, puasa Senin-Kamis, puasa hari Arafah, atau puasa hari "Asyura.

(Bulughul-Maram min Fatawash-Shiyam As-ilah Ajaba 'Alaiha asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'i)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: