Haruskah Mengangkat Tangan Saat Bertakbir Pada Shalat 'Id?

Syaikh 'Ali bin Hasan bin 'Ali al-Atsary berkata dalam Ahkaamul 'iidain fis-Sunnah al-Muthahharah: "Tidak ada hadits shahih yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau mengangkat kedua tangan bersamaan dengan takbir-takbir dalam shalat 'Id (lihat dengan seksama kitab Irwaa-ul Ghaliil (III/112-114)). Hanya saja, Ibnul-Qayyim rahimahullaah mengatakan bahwa Ibnu 'Umar radhiyallaahu 'anhuma -dengan kegigihannya dalam mengikuti Sunnah- mengangkat kedua tangannya pada setiap kali takbir tersebut."

Yaitu pada tujuh takbir pada raka'at pertama dan lima takbir pada raka'at kedua, bukan takbir iftitah (takbiratul-ihram) atau takbir perpindahan (takbir untuk bangkit berdiri ke raka'at kedua).

Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam (yaitu mengikuti Rasulullaah Shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu tidak mengangkat tangan diantara takbir-takbir shalat 'Id tersebut).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: