Tauhid Uluhiyah

Tauhid Uluhiyah artinya mengesakan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam jenis-jenis peribadatan yang telah disyari'atkan. Seperti shalat, puasa, zakat, haji, doa, nadzar, sembelihan, berharap, cemas, takut dan sebagainya yang tergolong jenis ibadah.

Mengesakan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam hal-hal tersebut dinamakan Tauhid Uluhiyah dan tauhid jenis inilah yang dituntut oleh Allah dari hamba-hamba-Nya. Karena tauhid jenis pertama, yaitu Tauhid Rububiyah, setiap orang (termasuk jin) mengakuinya, sekalipun orang-orang musyrik yang Allah Subhanahu wa Ta'ala utus Rasulullah kepada mereka. Mereka meyakini tauhid Rububiyah ini, sebagaimana tersebut dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala surat az-Zukhruf ayat 87 dan surat al-Mu'minun ayat 86-87. (Juga) masih banyak lagi ayat-ayat yang menunjukkan bahwa orang-orang musyrik meyakini Tauhid Rububiyah.

Setiap Rasul diutus untuk menyeru manusia untuk meyakini Tauhid Uluhiyah, sebagaimana tercantum dalam al-Qur'an surat an-Nahl ayat 36. Adapun Tauhid Rububiyah, karena merupakan fithrah, maka belumlah cukup kalau seseorang hanya meyakini tauhid ini saja.

Referensi: Al-Muntaqa min Fatawa Syaikh Shalih al-Fauzan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: