Para Pengikut Ahli Bid'ah, Apakah Mereka Ikut Di-Hajr?

Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali pernah ditanya:
Para pengikut ahli bid’ah, apakah mereka ikut di-hajr?

Syaikh, semoga Allah menjaga dan melindungnya, menjawab: Sesiapa yang tersesat dari mereka, (maka) ia diajari, ya akhi. Jangan tergesa-gesa. Ajari mereka dan jelaskan kepada mereka, karena banyak dari mereka (tidak) menghendaki (kecuali) kebaikan — bahkan Shufiyyah. Demi Allah, jika ada gerakan Salafi (yang kuat), engkau akan melihat mereka masuk ke dalam Salafiyah secara berkelompok maupun individu.

Jadi kaidahmu jangan hanya hajr… hajr… hajr… hajr… dasarnya adalah hajr! (Bukan seperti itu, tetapi) dasarnya haruslah membimbing umat, masukkan mereka ke dalam kebaikan. Masalah hajr mungkin saja dipahami secara keliru. Jika engkau meng-hajr orang-orang, semuanya, (lalu) siapa yang akan masuk ke dalam Sunnah?

Hajr ini, O its brothers[1], ini pada zaman Imam Ahmad… (zaman dimana) dunia dipenuhi dengan Salafiyyah. Dan jika Imam Ahmad berkata, “Fulan adalah seorang ahli bid’ah,” maka ia jatuh (kedudukannya dalam pandangan umat, dan umat akan meninggalkan dia). Adapun saat ini, Anda seorang Salafiyyah… itu seperti rambut putih pada sapi hitam[2].

Yang menjadi dasar bagi engkau haruslah membimbing umat, selamatkan mereka dari bid’ah. Bersikap lembutlah kepada mereka, panggil mereka dan buat mereka mendekat… jumlah pengikut Salafiyyun akan bertambah insyaa Allah, dan engkau akan menghimpun banyak dari orang-orang.

Di sisi lain, engkau muntafikh (menjadi sombong) dan (engkau berjalan di tengah umat) dengan cara ini. Dan semua orang sesat. Engkau tidak menasihati, dan tidak ada, tidak ada penjelasan… (ini adalah) kesalahan. Ini, artinya (engkau) menutup pintu-pintu kebaikan di hadapan orang-orang. Jadi seharusnya engkau tidak hanya menegur… menegur…

Hajr, ketika ia[3] berkata, “lakukan hajr,” adalah mungkin bahwa pelaku bid’ah (yang di-hajr tersebut) akan kembali (bertaubat meninggalkan bid’ah-nya), ia terpaksa kembali. Ia melihat dunia -seluruhnya- di depannya adalah Salafiyyin, sehingga ia terpaksa untuk kembali. Adapun sekarang, ia berbalik seperti itu, ia tidak melihat Salafiyyin[4]… (jadi) ia pergi dengan orang-orang. Maka ambillah pelajaran dari hal-hal ini.

Kaidahmu -dasarmu- haruslah membimbing umat, masukkan mereka ke dalam Sunnah dan selamatkan mereka dari kesesatan. Inilah yang harus menjadi dasarmu. Dan bersabarlah, bersikaplah toleran dan seperti ini dan seperti itu… Setelah itu, solusi terakhir adalah kauterisasi[5]. Adapun (jika) hal itu dilakukan di awal, (maka) ini adalah sebuah kesalahan, baarakallaahu fiikum!

Maka tetapilah kaidah ini, ini akan menyelamatkan orang-orang. Dan demi Allah, banyak dari orang-orang memiliki kebaikan dalam diri mereka, mereka menghendaki kebaikan. Mereka pergi ke masjid-masjid, apa yang mereka cari? Mereka menghendaki Jannah (Surga) ya ikhwan, mereka menghendaki kebaikan… Akan tetapi, caranya… cara engkau (berdakwah) harus bijak, demi Allah, cara-cara yang bijak, penuh belas kasih.

Seseorang yang merasa bahwa engkau telah menjadi sombong terhadapnya, ketika ia merasa bahwa engkau telah menjadi sombong terhadapnya, ia tidak akan mengikutimu. Ia tidak akan menghendaki kebenaran dari engkau. Akan tetapi, jika engkau merendahkan diri[6] kepadanya, ringan dalam menolong[7], bersikap lembut kepadanya, ajak ia dengan hikmah, insyaa Allah, banyak dari manusia yang akan mengikuti (menerima dakwahmu).

India, seluruhnya, dahulu (penuh dengan) orang-orang yang (mempercayai) takhayul, para penyembah kubur, dan (kemudian) Ahlul-Hadits datang dengan ilmu dan hikmah. Mereka menghimpun jutaan (manusia) dengan hikmah dan ilmu mereka. Tiga… (atau) empat dari murid besar Syaikh Nadhir Hasan, mereka telah membalikkan keadaan di India, dengan hikmah dan ilmu mereka. Salah satu dari mereka, Allah mengujinya. Seorang ahli bid’ah datang dan memukulinya dengan sebuah linggis hingga ia terkapar[8] dan mengalami kebutaan. Mereka[9] kemudian datang dan meringkus penjahat ini dan melemparkannya ke dalam penjara. Ketika Syaikh siuman dari pingsan, ia berkata, “Orang ini yang memukulku… kemana dia pergi?” Mereka berkata, “Mereka melemparkannya ke dalam penjara.” Ia berkata, “Tidak, ia tidak boleh dipenjara. Ia bebas, aku memaafkannya.” Mereka berkata, “Sudah selesai, mereka sudah memenjarakan dia.” Mereka menolak melepaskannya… Ia (orang yang memukul tersebut) akan melewatkan waktunya bersama penjahat…[10] ketika ia (penjahat tersebut) keluar dari penjara, ia masuk ke Salafiyyah, (ia) dari penjahat kelas berat! Ada seseorang bernama Abul-Mahjub di Sudan. Ia adalah yang pertama kali menyebarkan Salafiyyah di Sudan. Mereka pernah memukul ia dan menghambat ia di kakinya dan melempar ia keluar masjid. Ketika ia bangkit (dari tanah), ia tersenyum dan ia tidak menyimpan kebencian terhadap siapapun, ia pun tidak membalas dendam… tidak apapun. Ia hanya tersenyum. Dan banyak orang dari masyayikh-nya masuk ke dalam Dakwah as-Salafiyyah!

Keterangan ini, saya tidak meminta engkau untuk mencapai tingkat ini. Akan tetapi, aku meminta engkau untuk memiliki seuatu, ya ikhwan, dari hikmah, kelembutan,kesabaran dan niat baik. Dan jika niatnya adalah untuk membimbing umat, semoga Allah merahmati engkau, demi Allah dengan karakter bijak dan kelembutan, orang-orang akan menerima dakwah engkau… dan jika engkau tidak memiliki kecuali kekasaran dan kekerasan (maka camkanlah ayat ini), “sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu” [Ali ‘Imran (3) : 159]… (Padahal) ini adalah Rasulullah ‘alaihi-Salaatu was-Salaam. Allah mengatakan ini (untuk tidak bersikap keras lagi berhati kasar) kepada beliau (manusia yang paling baik akhlaknya)!

Ya ikhwan, semoga Allah merahmati kalian, beberapa dari saudara kita mempunyai kekerasan yang berlebihan ini yang mengeluarkan orang dari Salafiyyah, tidak memasukkan (mereka ke dalamnya). Itu menjauhkan (orang), mengenyahkan mereka dari Salafiyyah, tidak memasukkan seorang pun (ke dalamnya). Hal ini ditemukan sekarang. Maka orang-orang ini yang mengenyahkan orang-orang dari Salafiyyah… mereka harus bertaubat kepada Allah, ‘Azza wa Jalla, memperbaiki karakter mereka dan menjadi pembimbing-pembimbing kepada (jalan) Allah, ‘Azza wa Jalla, semoga Allah merahmati kalian, dan hal ini wajib atas kalian. Kaidah kalian seharusnya bukan hajr… hajr… hajr… hajr dan hanya itu. Hajr itu syar’i, namun (hanya) ketika menghasilkan manfaat. (Jika) engkau hidup di zaman (Imam) Ahmad, lakukan hajr. Akan tetapi, pada zaman apa sekarang engkau berada? Jadi kelembutan dan kesabaran itu diperlukan… semoga Allah merahmati kalian, dan mendekatkan manusia kepada kebaikan dan memasukkan mereka ke dalamnya.

Catatan Kaki:

  1. Saya tidak mengerti artinya ini. Yang saya pahami, kata-kata ini tidak sesuai dengan konteks kalimat, bisa jadi ini salah ketik (penerjemah).
  2. Ini adalah perumpamaan mengenai sedikitnya jumlah Salafiyyah pada saat ini dibandingkan dengan jumlah manusia.
  3. Sepertinya yang Syaikh maksud dengan ia disini adalah Imam Ahmad, wallahu a’lam.
  4. Karena sedikitnya jumlah Salafiyyin pada masa sekarang ini.
  5. Kauterisasi adalah tindakan mengentalkan darah dan menghancurkan jaringan dengan besi panas atau agen kaustik atau dengan pembekuan. Saya tidak tahu maksud dari adanya kata ini disini. Mungkin yang dimaksud dengan kauterisasi ini adalah hajr, wallahu a’lam.
  6. Merendahkan diri tidak sama dengan sikap rendah diri. Merendahkan diri (di hadapan manusia) juga tidak berarti menghinakan diri, dalam artian menjadikan diri kita tampak hina dan rendah dan menghilangkan muru’ah kita di hadapan mereka.
  7. Terjemahan dari kalimat “lower your wing.” Wing bisa diartikan sebagai “Informal: An arm of a human” (http://www.thefreedictionary.com/wing). Mungkin maksud dari kalimat “lower your wing” ini adalah ringan dalam menolong, wallahu a’lam.
  8. Terjemahan dari ‘until he was finished.” Saya tidak tahu menerjemahkan ini dengan “hingga ia terkapar” itu benar atau tidak.
  9. Mungkin mereka disini adalah polisi, atau masyarakat sekitar, wallahu a’lam.
  10. Terjemahan dari “He (the one who was beat) would spend on the children of the criminal…” saya tidak tahu terjemahan saya diatas benar atau tidak.

Diterjemahkan dari http://salafimanhaj.com/fatwa.php?fatwa=10. Terjemahan ini mungkin saja mengandung kesalahan. Mohon bantuannya untuk menyampaikan kepada kami apabila Saudara menemukan kesalahan dalam terjemahan ini.

One response to this post.

  1. Berikut adalah teks asli dari fatwa diatas. Teks ini kami cantumkan disini untuk jaga-jaga jikalau situs sumber tulisan ini sudah tidak ada lagi.

    Do the followers of the mubtadi’… do they join him with regards to hajr?

    Question: Do the followers of the mubtadi’… do they join him with regards to hajr?

    So the Shaikh, may Allah preserve and protect him, replied: The one who is misled from them, he is taught, O brothers. Do not be hasty. Teach them and make clear to them, because many of them desire the good – even the Soofiyyah. By Allaah, if there were a (strong) Salafee drive, you would see them entering into Salafiyyah in groups and individually.

    So the principle with you should not only be hajr… hajr… hajr… hajr… the basis is hajr! The basis should be the guidance of the people, entering the people into the good. The matter of hajr might be understood mistakenly. If you make hajr of the people, all of them, who will enter into the Sunnah?

    This hajr, O its brothers, it was during the days of Imaam Ahmad… the dunyaa was filled with Salafiyyah. And if Imaam Ahmad said, “Fulaan is a mubtadi’,” he fell. As for now, you have Salafiyyah… it is like the white hair on a black bull.

    The basis with you should be the guidance of the people, saving them from the falsehood. Be gentle with the people, call them and bring them close… the masses of the Salafiyyeen will grow inshaa’allaah, and you will gather many of the people.

    On the other hand, you are muntafikh (blown up, puffed up, inflated) and in this manner. And all the people are misguided. You do not advise, and there is nothing, no explanation… (This is) a mistake. This, its meaning is closing the doors of good in the faces of people. So with you, it should not be only rebuke… rebuke…

    Hajr, when he said, “make hajr,” it is possible that a innovating person will return, he is forced to return. He sees the dunyaa – all of it – in front of him are Salafiyyeen, so he is forced to return… As for now, he turns like that, he does not see salafiyyeen… he goes with the people. So then take heed of these things.

    The principle with you should be – the basis – it is the guidance of people, entering them into the Sunnah and saving them from misguidance. This should be the principle with you. And be patient, be tolerant and like this and like that… Afterwards, the last of the remedies is cauterization. As for it being from the first time, this is a mistake, baarakallaahu feekum!

    So let the principle with you, it should be saving the people. And by Allaah, many of the people have good in them, they desire good. They go to the masaajid, what do they seek? They desire Jannah O brothers, they desire good… However, the methods… your methods need to be wise, by Allaah, the wise, merciful ways.

    The one who feels that you are being haughty towards him, when he feels that you are haughty towards him, he will not enter with you. He will not want the truth from you. However, if you humble yourself to him, lower your wing, be gentle with him, invite him with wisdom, inshaa’allaah, many of the people will enter.

    India, all of it, used to be (filled with) people of superstition, grave worshippers, and Ahl ul-Hadeeth came with knowledge and wisdom. They gathered millions with their wisdom and their knowledge. Three… (or) four of the major students of Shaikh Nadheer Hasan, they turned India upside-down, with their wisdom and their knowledge. One of them, Allaah tested him. A mubtadi’ came and beat him with a pickax until he was finished and dead in his eyes. They came and took this criminal and threw him in prison. The moment when he woke up from his unconsciousness he said, “This is the one who beat me… where did he go?” They said, “They threw him in prison.” He said, “No, he should not be imprisoned. He is free, I forgive him.” They said, “It is done, they imprisoned him.” They refused to release him… He (the one who was beat) would spend on the children of the criminal… when he (the criminal) came out of the prison, he entered into Salafiyyah, (he was) from the major criminals! There was a person whose name was Abul-Mahjoob in Sudan. He was the first to spread Salafiyyah in Sudan. They used to beat him and constrain him by his feet and throw him outside of the masjid. The moment he got up, he would grin and he would not harbour any feelings of hatred for anyone, nor would he take revenge… not anything. he would grin and smile. And many people from his mashaa’ikh entered into the Da’wat us-Salafiyyah!

    The attestation is I do not seek for you to reach this level. However, I seek for you to have something, O brothers, of wisdom, gentleness, patience and good intent. And if the intent is the guidance of the people, may Allaah bless you, by Allaah with wise character and gentleness, the people will accept your da’wah… and if you did not have but roughness and harshness, “and if you had been severe and harsh-hearted, they would have broken away from about you” [Aali ‘Imraan (3):159]… This is the Messenger of Allaah, ‘alaihis-Salaatu was-Salaam. Allaah said this to him!

    O brothers, may Allaah bless you, some of our brothers have this excessive harshness that expels (people) from Salafiyyah, it does not enter (them into it). It expels (people), it chases (them) away from Salafiyyah, it does not enter anyone (into it). This is found now… So these people who chase others away… it is upon them to repent to Allaah, ‘azza wa jall, to improve their character and to be guides to Allaah, ‘azza wa jall, may Allaah bless you, and these manners are obligatory upon you. The principle with you should not be hajr… hajr… hajr… hajr and that’s it. Hajr is legislated however, (only) when it benefits. (If) you were in the lifetime of (Imaam) Ahmad, make hajr. However, whose lifetime are you in? So gentleness and patience is necessary… may Allaah bless you, and bring the people close to good and entering them into it.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: