Haruskah Do'a Diucapkan dalam Bahasa Arab?

Pertanyaan ini sering dikemukakan karena tidak semua orang memahami bahasa Arab. Jawabannya, perhatikan baik-baik kaidah berharga yang dikatakan oleh al-Hafidz Ibnu Rojab rahimahullah, beliau berkata:

“Lafazh-lafazh dalam ibadah dan muamalah itu terbagi menjadi tiga macam:

  1. Pertama: Lafazh dan maknanya dianggap, yaitu al-Qur’an, tidak boleh diganti dengan bahasa lainnya.
  2. Kedua: Maknanya dianggap tetapi lafazhnya tidak, seperti lafazh-lafazh dalam akad dan mu’amalah. Maka setiap lafazh yang menunjukkan arti jual-beli, pernikahan, dan lain-lain sudah disebut sah sekalipun tidak berbahasa Arab.
  3. Ketiga: Lafazhnya dianggap bila mampu. Adapun bila tidak mampu maka gugur. Seperti khotbah Jum’at, do’a dan sebagainya. (Lihat Tahrirul-Qowa’id karangan Ibnu Rojab: 1/64)”

(Sebagaimana tercantum dalam majalah al-Furqon, edisi khusus tahun kedelapan, Romadhon-Syawwal 1429 H/September 2008).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: